Ormas B120 dibentuk guna dapat menekan aksi kekerasan jalanan dan tawuran antar kelompok yang kerap terjadi di Makassar.
Hal itu diperkuat juga dengan beberapa tulisan tato di badan Axel Meivanka yang bertuliskan B120. Namun, polisi masih melakukan terkait informasi tersebut.
“Jadi begini sampai saat ini kita masih belum ke arah sana. Masih dalam pengembangan,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa aksi penganiayaan yang melukai dua korban pemudik itu merupakan aksi balas dendam namun pelaku rupanya salah sasaran.
“Motifnya, sementara balas dendam. Tapi dari hasil pemeriksaan ternyata bukan sasarannya, salah sasaran,” tutupnya.(aqu/rls)
Editor Restu






