Tidak heran, Syahrian juga menitip pesan kepada para pemilik atau pimpinan dunia usaha yang menugaskan sopir agar selalu memastikan kelengkapan surat menyurat serta kondisi kesehatan sopir.
“Kami harap, para pemilik atau pimpinan dunia usaha agar memastikan sopir yang bertugas tidak dalam pengaruh minuman beralkohol maupun obat-obat terlarang. Jangan lupa juga pastikan kelengkapan administrasi serta kelayakan kendaraan yang digunakan,” tambahnya.
Terpantau, dari puluhan kendaraan angkutan baik itu roda empat maupun lebih yang menjadi sasaran para petugas, setidaknya ditemukan sebanyak 17 kendaraan yang dinilai tidak mampu melengkapi persyaratan perjalanan atau kir telah mati serta satu kendaraan yang tergolong ODOL alias Over Dimension Overload.
Selain itu, ada juga pengambilan sampel urine oleh BNNK Tala secara acak kepada 18 pengendara, yang mana, dua orang diantaranya terindikasi reaktif menggunakan Amfetamin dan Metamfetamin. (edj)
Editor: Erna Djedi







