Chicha Koeswoyo Mualaf di Usia 16 Tahun, Ungkap Kehebatan sang Mama yang Nonmuslim
“Mama kok bisa-bisanya punya pemikiran seperti ini?” tanyaku penasaran.
Mama menghela napas panjang lagi lau berucap, “Sejak kamu mengatakan mau masuk Islam, Mama sering berkonsultasi dengan teman Mama yang muslim. Mama minta pendapat dia dan dia banyak menasihati Mama soal ini.”
“Oh, pantes Mama sering pergi belakangan ini. Biasanya kan Mama selalu di rumah.”
“Iya, Cha. Mama butuh support dan teman Mama itu sangat membantu sehingga membuat Mama jauh lebih tenang.”
“Kalau boleh tau, teman Mama siapa namanya?” tanyaku lagi.
“Namanya Doktor Zakiah Darajat.”
“Itu temen Mama? Wah dia orang hebat di kalangan Islam, Ma.”
“Betul. Nama belakangnya mirip dengan Sunan Drajat, leluhur Papa kamu. Jadi setelah kamu resmi masuk Islam, rasanya kamu juga perlu berziarah ke makam beliau.”
Sekali lagi aku memeluk Mamaku.
Jadi selama tiga bulan ini, dia mendiamkan anaknya bukan karena hendak mengacuhkan tapi beliau tidak tau harus bersikap bagaimana.
Beliau hendak mencari penerangan pada apa yang terjadi pada anaknya.
Sudah pastilah Mama kebingungan tapi akhirnya setelah mendapat pencerahan dari Doktor Zakiah Darajat,
Mama sekarang malah mendukung pilihan anaknya. Pilihan anak yang berbeda dengan keyakinannya.
Ah Mamaku memang luar biasa…
Dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya aku hendak mengajak Mama untuk turut memeluk agama Islam.
Tapi aku mengurungkan niat itu.
Apa yang terjadi padaku pastilah sudah berat buat Mama.
Bagaimana mungkin aku mampu mempengaruhinya sementara saudara-saudaranya banyak yang menjadi pendeta. Beban Mama sudah sangat berat.
Semua butuh waktu.
Kalau memang Allah SWT mengizinkan, apa yang untuk manusia pikir tidak mungkin pastinya akan terjadi jika Allah berkehendak.
Waktu berjalan tanpa pernah berhenti.
Dengan hati tenteram, aku menjalani hidup sebagai perempuan muslim.
Tahun 2002, Mama meninggal dunia.
Tiga bulan sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, beliau juga menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.
Alhamdulillah..!
Terima kasih, ya, Allah..!
Ah Mamaku memang luar biasa…!
(edj/berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi