Kesalahpahaman itu membuat Radja akhirnya dibanjiri kritik, bahkan hingga ancaman pembunuhan.
Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia Fahmi Fadzi mengatakan publik harus sangat berhati-hati menjaga kata-kata mereka terutama secara online.
Ia menilai kata-kata tersebut bisa diinterpretasi secara salah oleh orang-orang.
“Kami akan menghormati kepolisian melanjutkan investigasi. Saya mendapat informasi bahwa sejumlah orang sudah ditahan terkait kasus ini. Kami masih menunggu informasi terbaru dari petugas berwenang,” tutur Fahmi seperti dikutip dari The Star, Senin (14/3).
Menurutnya apa yang ditulis bisa diinterpretasikan berbeda.
“Kita sudah seharusnya berhati-hati dengan yang kita sampaikan secara online. Maka dari itu literasi internet dan digital amat penting. Kadang, kita berpikir hanya bercanda tapi bisa jadi berbeda bagi orang lain,” ujar Fahmi.(aqu/berbagai sumber)
Editor Restu







