Pihaknya telah memanggil pemilik homestay dan pemilik ayam serta pihak desa adat untuk menyelesaikan persoalan yang sempat heboh tersebut.
“Jadi saya sudah ngomong dan saya panggil pemilik [homestay], desa adatnya, pemilik ayamnya. Jadi bapak [pemilik ayam] jangan terpengaruh itu tetap pelihara ayam banyak -banyak jangan terpengaruh itu,” kata Koster.
Menurutnya tidak mungkin warga Bali dilarang memelihara ayam dan tidak mungkin pula melarang ayam berkokok.
Ayam berkokok, terangnya pada pagi hari itu tandanya tanda bahwa mentari sudah mulai terbit.
“Masak orang pelihara ayam dilarang, ayam dilarang bunyi memang tugasnya dia bunyi kok, gimana. Kalau ayam bunyi itu matahari sudah mulai terbit, kalau tidak suka kokok ayam iya jangan berkunjung ke Bali itu saja, kita tidak ada urusan sama orang kayak begitu,” bebernya.(aqu/berbagai sumber)
Editor Restu







