WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Bupati Abah Zairullah Azhar mendukung terbentuknya kepengurusan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Bupati Abah Zairullah berharap, dengan terbentuknya kepengurusan APSAI, diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati melalui Sekretaris Daerah H Ambo Sakka saat menghadiri rapat koordinasi untuk membentuk kepengurusan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Ruang Bersujud 1, Kantor Bupati, Selasa (7/3/2023).

Rapat digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu (Tanbu).

APSAI merupakan lembaga independen yang memberi perlindungan bagi hak anak dan sebagai pondasi dalam menunjang hak dan kebutuhan anak yang didukung langsung oleh Kementerian PPPA.

Baca juga: PUPR Tanah Bumbu Akui Dana Rp7 Miliar Tidak Cukup Aspal Jalan Alternatif Km 171 Satui

Asosiasi ini juga bertujuan mendampingi, membantu, serta memberikan penghargaan kepada perusahaan yang memiliki kebijakan, program, maupun produk yang dapat membantu kesejahteraan anak.

"Pak Bupati menyampaikan, sangat mendukung pembentukan APSAI di Kabupaten Tanah Bumbu," ujar H Ambo Sakka.

Dia melanjutkan, “Harus bisa disinergikan dengan program pemerintah, sehingga bisa terlihat manfaatnya. Semua untuk kepentingan Kabupaten Tanah Bumbu,” tuturnya.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Andrian Anwari menjelaskan, bahwa populasi anak di Tanah Bumbu ada sepertiga jumlah penduduk, sekitar 37 persen. Harapnya tidak ada yang kawin dini.

“Kawin dalam usia anak, yakni di bawah usia 18 tahun. Indikator salah satu kota layak anak adalah jumlah pernikahan pada usia anak pada di suatu daerah,” pungkas Andrian.

Turut hadir juga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), PT Arutmin Batulicin, beberapa perwakilan bank, perusahaan ritel, Forum Anak Daerah (FAD) Tanah Bumbu, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).