Angka ini, lanjutnya, lebih rendah dari forecast konsensus yang berada pada angka 6,5 persen pasca penyesuaian harga BBM.
“Hal tersebut menjadi diskusi kami Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada High-Level Meeting kemarin (20/02) di kantor Kemenko Perekonomian,” imbuhnya.
Di 2023 ini, tingkat inflasi RI ditargetkan berada pada level 3 persen (± 1 persen), sementara gap inflasi volatile food ditargetkan berada pada rentang 3-5 persen. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Waspada! Beredar Minyak Goreng Merek MinyaKita Palsu, Harganya Rp 14.000 Per Liter







