Ia menuturkan di tengah masa penuh turbulensi beberapa tahun ke belakang ini, inflasi terjadi di banyak negara di dunia.
Bahkan, di beberapa negara tingkat inflasinya menyentuh angka 50 persen.
Sementara, di Indonesia sendiri inflasi 2022 tercatat terjaga lebih rendah dari perkiraan, yaitu pada level 5,51 persen yoy(year on year).
Angka ini, lanjutnya, lebih rendah dari forecast konsensus yang berada pada angka 6,5 persen pasca penyesuaian harga BBM.
“Hal tersebut menjadi diskusi kami Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada High-Level Meeting kemarin (20/02) di kantor Kemenko Perekonomian,” imbuhnya.
Di 2023 ini, tingkat inflasi RI ditargetkan berada pada level 3 persen (± 1 persen), sementara gap inflasi volatile food ditargetkan berada pada rentang 3-5 persen. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Waspada! Beredar Minyak Goreng Merek MinyaKita Palsu, Harganya Rp 14.000 Per Liter







