“BUMN berkomitmen membantu target minimal 30 persen porsi pembiayaan untuk UMKM pada tahun depan,” kata dia.
Untuk mencapai target tersebut, BUMN-BUMN perbankan atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dijadikan garda terdepan dalam keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro.
Kementerian BUMN juga terus mendorong program kerakyatan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan meningkatkan pendanaan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dan Makmur di berbagai daerah.
“Penyaluran KUR oleh Himbara telah mencapai Rp 345 triliun ke 7,2 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia,” imbuh dia.
Dia juga mencatat program Mekaar mengalami lonjakan jumlah nasabah, dari 5,6 juta sebelum pandemi COVID-19 menjadi 12,7 juta per November 2022.
Sedangkan program Makmur tercatat telah memberdayakan 43.079 petani di seluruh Indonesia, berhasil meningkatkan 36 persen produktivitas petani, dan 46 persen pendapatan petani.
“Hal ini juga menjadi komitmen kita untuk mendorong para pelaku usaha mikro bisa naik kelas. Penguatan terhadap sektor ini akan sangat besar dampaknya bagi perekonomian Indonesia secara umum,” kata Erick menandaskan.(aqu/rls)
Editor Restu







