Pakar Sebut Ada Hubungannya Antara Cuaca Ekstrem dengan Pemanasan Global
Didi menambahkan cuaca ekstrem sebetulnya sebuah fenomena yang normal, tetapi kini cenderung bertambah intensitasnya karena perbuatan manusia.
"Yang pertama itu, yang kita kenal pemanasan global. Akibat pembakaran fosil berlebih membuat perubahan iklim. Perubahan iklim ini pada dasarnya meningkatkan siklus hidrologi," jelasnya.
Selain itu, berubahnya tata guna lahan di perkotaan juga disebut mengurangi kualitas lingkungan, sehingga meningkatkan cuaca ekstrem dan potensi bencana.
Lantas, apa penyebab pemanasan global?
Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, global warming yang menjadikan bumi semakin panas ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca ini terjadi karena pembakaran minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Gas yang paling berpengaruh adalah karbon dioksida (CO2).
Semua hal tersebut menyebabkan panas di Bumi tidak diteruskan ke luar angkasa, tapi terperangkap di atmosfer dan kembali lagi ke Bumi.
Sebenarnya, efek rumah kaca ini bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia karena membuat hangat, namun hal ini jadi berbahaya jika berlebihan.
2. Penggunaan CFC berlebihan
Gas Chlorofluorocarbon (CFC) merupakan bahan kimia yang diproduksi untuk berbagai peralatan rumah tangga seperti AC atau pendingin dan kulkas.
Penggunaan CFC berlebihan dapat merusak molekul di lapisan ozon yang bertugas melindungi Bumi dari paparan sinar ultraviolet dan radiasi Matahari.
Caranya, molekul CFC terurai setelah bereaksi dengan sinar UV untuk kemudian melepaskan atom klorin.
Atom ini merusak dan melubangi ozon.
Selain radiasi Matahari yang memicu peningkatan suhu, sinar ultraviolet juga berbahaya bagi manusia karena bisa memicu kanker.
3. Penebangan hutan
Hutan menjadi salah satu penyerap karbondioksida di Bumi.
Jika hutan sudah semakin gundul, CO2 semakin lama tidak terserap hingga menyebar di atmosfer dan memicu Bumi makin panas.
4. Polusi metana
Selain CO2, gas yang memicu global warming adalah metana.