Pakar Sebut Ada Hubungannya Antara Cuaca Ekstrem dengan Pemanasan Global

Lantas, apa penyebab pemanasan global?

Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, global warming yang menjadikan bumi semakin panas ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca ini terjadi karena pembakaran minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Gas yang paling berpengaruh adalah karbon dioksida (CO2).

Semua hal tersebut menyebabkan panas di Bumi tidak diteruskan ke luar angkasa, tapi terperangkap di atmosfer dan kembali lagi ke Bumi.

Sebenarnya, efek rumah kaca ini bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia karena membuat hangat, namun hal ini jadi berbahaya jika berlebihan.

2. Penggunaan CFC berlebihan

Gas Chlorofluorocarbon (CFC) merupakan bahan kimia yang diproduksi untuk berbagai peralatan rumah tangga seperti AC atau pendingin dan kulkas.

Penggunaan CFC berlebihan dapat merusak molekul di lapisan ozon yang bertugas melindungi Bumi dari paparan sinar ultraviolet dan radiasi Matahari.

Caranya, molekul CFC terurai setelah bereaksi dengan sinar UV untuk kemudian melepaskan atom klorin.

Atom ini merusak dan melubangi ozon.

Selain radiasi Matahari yang memicu peningkatan suhu, sinar ultraviolet juga berbahaya bagi manusia karena bisa memicu kanker.

3. Penebangan hutan

Hutan menjadi salah satu penyerap karbondioksida di Bumi.

Jika hutan sudah semakin gundul, CO2 semakin lama tidak terserap hingga menyebar di atmosfer dan memicu Bumi makin panas.

4. Polusi metana

Selain CO2, gas yang memicu global warming adalah metana.

Dikutip dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), metana bisa mengurangi kadar oksigen di atmosfer hingga 19,5 persen.

Pada kadar yang tinggi, metana bisa memicu ledakan dan kebakaran. 

Materi ini sendiri berasal dari bakteri yang kekurangan oksigen untuk memecah bahan-bahan organik.

Selain itu juga bisa diakibatkan penggunaan pupuk yang berlebihan. (berbagai sumber)

Editor: Yayu