Menurut dia, berkat operasi TMC, cuaca ekstrem yang santer terjadi di penghujung tahun 2022 sukses dijinakkan atau berkurang intensitasny
Adapun operasi tersebut dilakukan dengan cara menabur sedikitnya 30 ton NaCl atau garam menggunakan dua pesawat, yakni Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Dwikorita menjelaskan, puluhan ton garam tersebut ditabur di langit wilayah Perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau pada ketinggian 10.000 kaki.
Awan-awan pembawa hujan atau awan Nimbus, kata dia, berhasil diadang agar tidak turun di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Hasilnya, garam-gram yang disebar dengan teknik manual pada koordinat yang telah ditentukan itu berhasil menahan hujan dan hujan turun di wilayah laut sehingga tidak sempat masuk daratan.
“Saat ini operasi TMC sedang diupayakan untuk dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanya, dikutip dari saluran YouTube BMKG.(aqu)
Editor Restu






