Terdapat tiga pendekatan dalam pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia yaitu pertama dengan pendekatan keluarga beresiko stunting yang dilakukan dengan intervensi hulu yaitu pencegahan lahirnya bayi stunted dan penanganan balita stunting.

Kedua, melalui pendekatan multi sektor dan multipihak melalui PENTAHELIX yaitu menyediakan platform kerjasama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan (dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media).

Ketiga, pendekatan intervensi gizi terpadu dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif yang berfokus pada program inkubasi yang memperhatikan Kesehatan dan kecukupan gizi 3 bulan calon pengantin, ibu hamil, ibu masa interval, baduta dan balita didukung dengan penyediaan sanitasi, akses air bersih serta bansos.

Pada pertemuan yang berlangsung di Hotel Rattan Inn Banjarmasin itu hadir Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto, Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, H Ramlan dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, serta pengusaha Kalsel. (has)

Baca Juga : Nekat Perkosa Kakak Ipar, Warga Pekauman Banjarmasin Diamankan Polisi

Editor : Hasby