“Pada saat hujan itu pekerjaan sudah sempat dihentikan. sementara untuk pengerjaan grider itu stresingnya sudah selesai, jadi tinggal menggeser grider dari titik yang ada kesebelahnya,” papar Wahyudi.
Bebernya, saat mau menggeser grider sekitar jam 14.00 Wita, lapangan masih dalam kondisi licin, jadi saat menggerakan gridernya terjatuh, karena kondisi habis hujan tadi.
“Untuk crane saja saat itu tidak bekerja, jadi grider itu tidak tahu apa kejadiannya, sampai bisa tergelincir,” sambungnya.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pihak perusahaan terhadap korban, tutur Wahyudi, pihaknya juga akan memberikan santunan, selain dari BPJS dan lain-lainnya.
“Untuk semua biaya, baik yang di RS, ambulan untuk membawa jenazah korban, dan biaya pemakaman akan kami tanggung juga,” tutur Wahyudi.
Selain itu, Ia juga menjelaskan, kalau pihaknya juga akan mengangkat grider yang terjatuh ke dalam sungai pada saat kejadian.
“Mungkin besok atau lusa akan kami tangani, agar tidak menghambat lalu lintas yang ada di sungai tersebut,” ucapnya.
Sementara untuk proses pengerjaan pembangunan jembatan tersebut, beber Wahyudi, untuk sementara diistirahatkan, sambil menunggu proses penyelidikan pihak kepolsian.
Selain itu, Ia juga mengatakan, kalau kejadian tersebut tidak akan menunda target penyelesaian pengerjaan pembanguan proyek tersebut.
“Kalau target akan tetap sebelumnya,” imbuh Wahyudi.
Dia menambahkan, jatuhnya grider ini akan diselidiki nanti, kalau memang masih aman akan tetap digunakan, tapi kalau ada yang bermasalah, pihaknya akan memesan yang baru lagi. (Qyu)
Editor : Hasby







