Pembuangan Bayi Oleh Mahasiswi Palangka Raya Direkonstruksi, Dibekap di WC Agar Tak Bersuara

“Berdasarkan keterangan tersangka, dirinya mengalami sakit perut dan langsung pergi ke WC kontrakannya. Kemudian terjadinya kelahiran bayi dari dalam kandungannya,” tutur Ronny.

Karena bayi yang dilahirkannya menangis, tersangka DK lalu menutup mulut si bayi dengan cara didekap agar suara tangisnya tidak terdengan oleh teman-temannya.

Setelah itu DK mengambil gunting yang ada di dalam WC untuk menggunting ari-ari bayi yang dilahirkannya tersebut dan membersihkan gumpalan darah, sedangkan bayi diletakkan di samping kloset.

“Saat tiga orang saksi yang merupakan teman tersangka sempat bertanya keadaan tersangka yang masih berada di dalam WC, serta menanyakan mengapa terdengar ada suara bayi,” tuturnya.

Namun tersangka menjawab tidak apa-apa serta menyangkal pertanyaan para saksi yang mengatakan sempat mendengar suara bayi, dengan mengatakan ‘nggak papa’ dan ‘tidak ada suara bayi. (edj/hms)

Editor: Erna Djedi