WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Forum Komunikasi Masyarakat Bone (FKMB) Raya se Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar pertemuan bulanan, Sabtu (15/10/2022).

FKMB Raya sendiri merupakan perkumpulan masyarakat Sulawesi Selatan yang berlatar belakang dari kabupaten Bone.

Komunitas yang terbilang relatif baru ini, masih dibawah naungan koordinasi dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang ada di Kalsel.

Ketua FKMB Kalsel, Samahuddin Muharam mengungkapkan, adanya FKMB Raya ini memang untuk mewadahi para masyarakat Bone yang ada di Kalsel.

“FKMB ini hadir dalam rangka untuk membangun silahturahmi masyarakat Bone yang ada di kalsel,” ujar Samahuddin.

Tak hanya itu, Ketua FKMB Raya Kalsel juga mengutarakan tentang adanya Forum ini tentunya dengan tujuan untuk membantu program-program Pemerintahan Daerah maupun Provinsi.

“Terutama yang berhubungan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan itu sendiri,” lanjutnya.

Bertepatan dengan hari pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya, kegiatan hari ini dihadiri sejumlah masyarakat Bone yang ada di Kalsel, menghadirkan Ustad Muhari sebagai penceramah.

Ustadz Muhari menyampaikan tiga pesan Nabi Muhammad Saw, yakni siapa yang beriman kepada Allah dan Nabi serta hari akhir maka hendaknya memuliakan tamunya, menjamu tamu.

Menjamu tamu merupakan perbuatan yang sangat mulia, salah satu amalan para wali Allah Swt yang mana menjamu tamu setiap datang pasti diberi makan.

“Siapa yang beriaman kepda Allah dan hari akhir, maka hendaknya menyambung tali silaturahmi dengan kerabatnya, dengan sanak saudara dan menyambung silaturahmi ini sangat penting, karena menambah spirit dan menjadi panjang umur,” katanya.

Lanjut Ustadz Muhari, dan orang yang banyak silaturahmi tentu banyak wawasan. Sedangkan bagi orang yang memutus tali silaturahmi tidak masuk surga.

Kemudian yang terakhir yakni selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Seperti yang sudah dilakukan oleh masyarakat Bone ini atau FKMB menggelar pertemuan rutin maka ini menambah persaudaraan dan kekuatan.

Selanjutnya Ustadz Muhari menyampaikan, siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari kiamat, maka hendaklan mengutamakan kehidupan akhirat dan tidak mencari harta.