Pria Beristri di Tabalong Hajar Selingkuhan Gara-gara Cemburu Diduakan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Seorang pria yang sudah punya istri, mengajar selingkuhannya karena terbakar api cemburu.
Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin SH SIK MMedKom, melalui PS Kasubsi Penmas Sihumas, Aipda Irawan Yudha Pratama, menjelaskan bahwa pria yang berprofesi sebagai sopir di sebuah perusahaan swasta.
Pelaku berinisial PR alias Putra alias Adi (30) warga kelurahan Pembataan kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
"Kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (20/9) petang, bermula ketika korban seorang perempuan berinisial STS (24) warga kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, pulang dari tempat ia bekerja," beber Yudha.
Diungkapkan Yudha, berdasarkan keterangan korban, pelaku PR menghubunginya untuk bertemu karena ada hal yang ingin dibicarakan.
Saat itu pelaku menyuruh korban untuk turun dari bus sarana di Simpang 4 Obor Mabuun.
Kemudian korban dijemput oleh PR dengan menggunakan sepeda motor dan membawa ke rumah kontrakan teman PR yang beralamat di Pandan Arum, Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong.
"Sesampainya di kontrakan tersebut PR langsung menganiaya korban dengan cara menendang dan memukul menggunakan kepalan tangan," jelas Yudha.
Usai menganiaya korban, pelaku PR pergi mengambil mobil untuk berangkat kerja sekaligus mengantar korban pulang.
Ternyata, di dalam mobil saat di perjalanan mengantar korban pulang, pelaku PR juga memukul korban pada bagian kepala dan wajah korban berkali-kali dan menurunkan korban di pinggir jalan dekat halte simpang 4 Tanjung Selatan.
"Pelaku PR yang sudah berkeluarga ini, mengakui melakukan penganiayaan tersebut lantaran cemburu kepada korban STS yang diakui PR adalah pacarnya" lanjutnya.
Berdasar hasil visum et Repertum yang dikeluarkan oleh pihak media RS.Badaruddin Tanjung, Korban STS mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya yaitu Luka Memar di kepala belakang, luka memar didahi, luka memerah dimata kanan, luka memar dipunggung belakang, luka memar di tangan kanan atas dan bawah, luka memar di betis kanan. (edj)
Editor: Erna Djedi