WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Fakta balita viral di Banjarmasin berinisial K (3) diduga dipaksa orangtua berjualan di Jalan Yani dibenarkan Dinsos Kota Banjarmasin.

Kadinsos Kota Banjarmasin Dolly Syahbana mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah pencegahan dugaan ekploitasi Karin, balita yang diduga dipaksa berjualan.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan tim Program Keluarga Harapan (PKH) bersama kelurahan, Babinsa, dan Babinkamtibnas sudah mendatangi rumah balita K.

Tepatnya di Jalan A Yani km 1 Kelurahan Sei Baru Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin sejak viral 22 November 2021 lalu.

Dijelaskan Kadinsos, hasil pantauan TRC Dinsos Kota Banjarmasin, mendatangi ayah balita K, yang berinisial R atau biasa dipanggil Dani Kucing.

Sayangnya yang bersangkutan tak bisa ditemui karena mengaku kelelahan usai menjaga parkir.
Dari pertemuan tersebut, diketahui keluarga yang bersangkutan terbilang mampu.

Rumah yang didiami memiliki pendingin atau AC dan kulkas ukuran besar.

"Dilihat dari perabotan rumah seperti AC, kulkas besar dan perabotan yang lain, tergolong mampu," katanya, Selasa (23/8).

Indikasi adanya eksploitasi anak diduga untuk mengundang simpati masyarakat dengan memberikan bantuan bagi si anak yang akan digunakan orangtua.

Dijelaskan dalam laporan pemantauan Dinsos, orangtua Karin diduga pengonsumsi narkoba. Ditambah latar belakang dan jejak rekam Dani Kucing, ayah K yang sering keluar masuk penjara.

Adapun Rencana Tindak lanjut dari hasil temuan tersebut maka perlu :

  1. Berkordinasi dgn Dinsos Bidang Rehabilitasi sosial dan DP3A Kota Banjarmasin
  2. Meminta kepada Sakti Peksos untuk mencari LKS atau Panti Anak yang mempunyai program pelayanan bina anak luar panti.
  3. Konsultasi dengan pihak PPA Polresta Banjarmasin untuk pertimbangan sisi hukum berkaitan perilaku kedua orang tua Karin.
    4.Memberi countar attack coment di akun medsos
    tersebut untuk memberi klarifikasi keadaan yang sebenarnya
    5.Melakukan pemantauan jika anak tersebut
    kembali beraktifitas jualan di pinggir jalan.(ehn)

Editor Restu