Pada saat itu, orang tua almarhum melihat AK berjalan ke arah belakang rumah yang merupakan area perkebunan karet, yang mereka kira almarhum hendak berkunjung ke tempat temannya.
“Naasnya itu lah saat terakhir orang tuanya melihat AK, yang tak kunjung pulang hingga hari ini sebelum ditemukannya AK telah meninggal dunia dengan dugaan melakukan gantung diri,” tutur Tri.
Setelah menghimpun keterangan lainnya, Ipda Tri bersama personelnya pun membawa jenazah AK ke RSUD Doris Sylvanus untuk dilakukan visum, yang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
“Kami atas nama pribadi dan kedinasan mengungkapkan turut berduka cita atas peristiwa naas ini, semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (edj/hms)
Editor: Erna Djedi







