Akhirnya dari musyawarah itu, dipilih satu inovasi dari salah satu warga yaitu Sugianor untuk pembuatan kapal penghancur atau pencacah eceng gondok.
“Kita optimalkan dana desa refocusing anggaran, ketahanan pangan dana desa sebanyak 20 persen, kita maksimalkan untuk membuat inovasi alat penghancur gulma.” kata Hanafi.
Adapun rancangan pembuatan kapal pencacah itu terbuat dari plat besi, yang dilengkapi dengan mesin serta baling-baling tajam untuk pencacah eceng gondok.
Dengan cara kerja, saat mesin dinyalakan maka baling-baling yang berada di depan kapan akan menabrak eceng gondok dan mencacahnya hingga hancur mengambang dipermukaan rawa, membusuk hingga tenggelam menjadi pupuk.
“Selama mesin ini beroperasi, kinerjanya Alhamdulillah sangat bagus, dari satu hari kerja bisa membersihkan 1,5 hektar (rawa-rawa) ini tentu lebih efisien waktu, harapan kita sebelum musim tanam tiba lahan pertanian sudah bersih, dan gulma yang kita hancur tadi secara alami menjadi pupuk.” jelas Hanafi. (edj/hms)
Editor: Erna Djedi







