Beredar Foto Aktivis Turun dari Pesawat Pribadi di Bandara Syamsudin Noor, Diduga Terkait Aksi Simpatik di PN Tipikor Besok
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Aktivis Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM) Kalimantan rencananya akan menggelar aksi demo di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Senin (6/6/2022) besok.
Aksi demo itu sebagai bentuk simpatik dan memberikan dukungan moral kepada Ketua Dewan Pembina dan Penasehat LEKEM Kalimantan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Mardani H Maming.
Info didapat, aksi simpatik itu dengan membagikan bunga kepada masyarakat yang lalu lalang di beberapa titik seperti simpang empat Gereja Katedral, di nol kilometer siring Banjarmasin, serta didepan Kantor Pengadilan Negeri Tipikor Jalan Pramuka Banjarmasin.
Seorang peserta demo yang minta namanya tidak diwartakan mengaku akan ikut dalam aksi unjuk rasa itu. Sebagai bentuk memberikan simpatik kepada Mardani H Maming.
Dia mengaku, rencana aksi demo besok dijanjikan menerima bayaran sekitar Rp 250 ribu.
"Saya hanya ikut-ikutan, diajak demo besok ada dananya Rp 250 ribu maka akan ikut besok," katanya saat dihubungi.
Disinggung apakah dirinya ikut naik pesawat pribadi dari Jakarta ke Banjarmasin pada 5 Juni 2022, dia mengaku tidak ikut.
"Saya ini hanya masyarakat biasa, mungkin bisa saja ketua-ketuanya ikut," imbuhnya.
Beredar foto di media sosial, sejumlah petinggi LSM di Kalsel turun dari sebuah pesawat pribadi, Minggu (5/6/2022). Belum diketahui persis kedatangan para aktivis di Kalsel dari pesawat pribadi itu dari Jakarta apakah terkait aksi simpatik terhadap mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming besok.
Nampak pada foto yang beredar, pada badan pesawat pribadi tersebut ada logo 69 Group.
Penelusuran wartabanjar.com di bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, sumber menyebutkan, mereka tiba dari Jakarta pada 5 Juni 2022.
Pada bocoran manifest penumpang yakni ada enam orang penumpang, lima pria dan satu perempuan.
Wartabanjar.com pun mencoba mengonfirmasi kepada salah satunya Aspihani Ideris, namun tidak mengangkat, dihubungi melalui pesan singkat Sms tidak membalas.
Mencoba mengonfirmasi dengan Mona Herliani atau Bunda Mona, nomor teleponnya tidak aktif.