Dirinya sendiri menegaskan tidak sependapat jika ada yang mempermainkan data vaksin, mengingat vaksin untuk melindungi jemaah terlebih lagi melakukan perjalanan ke luar negeri bertemu banyak orang.

“Justru kami mengetahui dari wartabanjar.com, kalau ada diduga yang memalsukan data vaksin Covid,” katanya, Selasa (17/5/2022) lalu.

Dia menjelaskan, dalam proses menerbitkan kartu vaksin atau menginput data vaksin tidak hanya UPT-UPT dilingkungan dinas kesehatan Banjar.

Pihaknya mengingatkan seluruh UPT-UPT dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bekerja sesuai aturan.

“Jika oknum diluar dilingkungan UPT dinas kesehatan Banjar, kami tidak bisa berkomentar,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr Diauddin menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk memprosesnya dan tentunya oknum yang terlibat ada konsekuensi hukumnya.

“Tentunya kami menyayangkan, karena vaksin penting tidak cuma untuk perlindungan jamaah itu sendiri  juga untuk terbentuknya kekebalan komunitas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr Diaudin, Jumat (13/5/2022).

Dia kembali menegaskan, untuk konsekuensi hukum itu maka merupakan ranah aparat penegak hukum.

Kapolda Kalsel Irjend Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Mochamad Rifa’i mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri terutama jamaah umrah mematuhi kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Pihaknya pun tak segan akan menindak oknum travel umrah jika ada melanggar protokol kesehatan. Termasuk jika ada ditemukan oknum travel umrah yang nakal, memalsukan data vaksin jamaah agar bisa berangkat.

“Sudah pasti akan kami tindak tegas jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” tegas Moch Rifa’i.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab, oknum travel diduga memalsukan data vaksin jemaah ?. (tim)

Editor : Hasby