Ia pun meminta agar massa aksi mendekat ke gedung tersebut untuk berhadap-hadapan dengan petugas keamanan yang terdiri dari Satpam dan beberapa anggota polisi.
“Hajar mereka, remuk pagar itu,” serunya lagi.
Namun ketegangan seketika mereda saat adzan berkumandang.
Sang orator yang berapi-api itu meminta massa aksi untuk mundur sedikit dan menjadi tenang.
Sebelumnya, UAS ditolak masuk ke Singapura oleh otoritas setempat.
Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebut sejumlah alasan menolak kedatangan UAS di negara tersebut.
Salah satu poinnya yaitu UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi. Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.
“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” mengutip situs resmi Kemendagri Singapura. (*)
Editor: Erna Djedi







