Ini Kata Nabi Muhammad SAW Hukuman untuk Kaum LGBT dan Pelaku Penyimpangan Seksual Lainnya

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Terkait fenomena ramainya LGBT dan sejenisnya usai viralnya podcast Deddy Corbuzier yang membahas tentang LGBT, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan apa saja hukuman dunia untuk pelaku penyimpangan seksual tersebut.

Katanya, dalam Islam jelas LGBT dan penyimpangan seksual lainnya diharamkan karena bisa membawa mudarat atau bencana bagi umat manusia.

Mereka yang merupakan LGBT, harus diberikan hukuman agar sadar, insyaf dan bertobat atas kesalahannya itu.

Apa saja hukumannya?

Menurut Ustadz Khalid, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa pelaku penyimpangan seksual tak boleh ada di antara umat Islam.

“Kata Nabi waktu itu keluarkan mereka dari Madinah,” ujar sang ustadz.

Tak hanya itu, mereka juga tidak boleh dikagumi atau ditokohkan dan tak boleh juga dibuat terkenal atau diorbitkan.

Mirisnya, sekarang di Indonesia katanya marak fenomena orang-orang yang berdandan seperti perempuan (waria) malah dijadikan artis.

Menurutnya hal ini tak boleh dilakukan.

Azab Allah akan menimpa kaum tersebut seperti yang pernah terjadi pada kaum Nabi Luth dulu.

“Allah menghukum kaum Luth dengan membalikkan negeri mereka,” katanya.

Kaum Luth, katanya, awalnya mereka menjadi gay atau homoseksual karena bercanda alias coba-coba untuk melakukan hubungan sesama jenis namun kemudian kebablasan atau ketagihan.

Baru sedikit pelakunya tetapi kemudian menyebar dan makin marak sehingga pelakunya kian banyak, kemudian Nabi Luth diutus Allah ke mereka untuk meluruskan dan menyadarkan mereka.

Mereka sebenarnya menyukai perempuan, namun kemudian membelok dengan menyukai lelaki yang gemulai alias pria kecewek-cewekan yang dinilai ganteng.

Nasehat Nabi Luth tak diindahkan mereka.

Saking parahnya, bahkan tercipta komunitas-komunitas homoseksual di antara mereka dan mereka bernegosiasi untuk melakukan hubungan sesama jenis.

Parahnya lagi, mereka bisa saling membunuh demi memperebutkan lelaki ganteng incaran mereka.

Baca Juga :   Menteri PANRB Keluarkan Aturan Pembatasan ke Luar Negeri bagi ASN

Saking parahnya, para perempuan setempat sampai meninggalkan kampung mereka karena enggan menikah dengan lelaki-lelakinya.

Jika pun ada yang menikah, sekadar untuk mendapatkan keturunan.

“Kalau lahir anaknya laki-laki ganteng, bahkan ayahnya pun bisa berhubungan seksual dengan anak itu. Tak hanya itu, lelaki-lelaki lain pun bisa berebut anak itu dengan ayahnya, bunuh-bunuhan demi mendapatkan anak ganteng tersebut,” sebutnya.

Hukuman lainnya adalah dibunuh baik mereka masih jomblo atau belum menikah dan sudah menikah.

Hal ini menurut hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

“Kalau pezina, belum menikah berzina dan sama-sama mau, dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan ke tempat yang jauh selama 1 tahun. Kalau pezina sudah menikah dihukum rajam hingga mati. Sementara pelaku penyimpangan seksual, baik masih jomblo atau sudah menikah sama-sama dibunuh,” katanya.

(brs)

Editor: Yayu Fathilal

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERBARU HARI INI