Keutamaan Puasa Syawal, Mana yang Harus Didahulukan Puasa Syawal Atau Puasa Qadha? ini Kata Ustadz Adi Hidayat
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Memasuki bulan Syawal, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa Syawal.
Puasa Syawal biasanya dilakukan sebanyak 6 hari, dilakukan selama bulan Syawal masih berlangsung.
Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh mereka yang melakukannya.
Keutamaan Puasa Syawal
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, ada riwayat hadis Nabi Muhammad dari Abu Ayyub Al-Anshori yang kemudian diriwayatkan pula oleh Imam Muslim terkait keutamaan puasa Syawal.
"Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti oleh puasa Syawal selama 6 hari maka nilai puasa gabungan selama sebulan puasa Ramadhan digabungkan dengan 6 hari puasa Syawal maka sama saja dia telah berpuasa selama 1 tahun," ujar Ustadz Adi Hidayat.
Di Alquran Surah Al-An'am ayat 160 disebutkan Allah SWT berfirman bahwa siapa pun insan beriman yang mengerjakan 1 kebaikan maka nilainya 10 kebaikan.
"Jadi, Anda yang melaksanakan puasa Ramadhan sempurnaselama 1 bulan dikalikan 10 maka sama dengan 10 bulan. Bila kemudian 1 bulan (30 hari) x 10 = 300 dan 6 hari x 10= 60, kemudian 300+60= 360 hari itu sama saja dengan 1 tahun," jelasnya.
Maka, nilai fantastis ini diberikan Allah SWT khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW dengan puasa Ramadhan sebulan penuh plus 6 hari puasa Syawal maka nilainya sama dengan berpuasa 1 tahun.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu bisa dilakukan berurutan atau bersambung 6 hari sekaligus, dan kedua bisa juga dilakukan secara tidak berurutan, berselang atau berjeda.
Puasa Syawal atau Puasa Qadha Dulu?
Lantas, bagaimana jika ada yang wajib melakukan puasa qadha dulu, mana yang harus dilakukan lebih dulu? Puasa Syawal atau qadha?
Menurut sang ustadz, yang wajib didahulukan adalah puasa qadha, walau jangka waktu pelunasannya adalah 1 tahun atau hingga bulan puasa Ramadhan berikutnya.
"Tapi karena wajib dan statusnya puasa qadha adalah puasa utang yang wajib dibayar maka dahulukanlah puasa qadha. Puasa Syawal bisa dilakukan setelahnya selama bulan Syawal masih berlangsung," katanya.
Ada juga pertanyaan, bagaimana jika usai puasa qadha, bulan Syawal telah habis?