WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Kronologi kecelakaan maut yang menewaskan seorang remaja di ruas jalan Setoyo S, Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Sabtu (9/4/2022) malam, masih belum diketahui secara pasti.

Walau begitu, berdasarkan informasi yang dihimpun wartabanjar.com di lapangan, diduga awalnya korban yang sedang mengendarai sepeda motornya ke arah dalam kota Banjarmasin bersenggolan dengan sebuah mobil sedan, hingga membuat korban terjatuh.

Tak lama kemudian, sebuah truk Fuso yang sedang melintas dari arah dalam Kota Banjarmasin ke Pelabuhan Trisakti, tak sempat mengendalikan lajunya hingga akhirnya melindas tubuh korban.

Diketahui korban bernama Reyhan Asha Khilmi (15), warga Jalan Soetoyo S Gang 21, Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, yng merupakan seorang siswa kelas 6 SD, di salah satu SD yang ada di kelurhaan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian pinggang hingga kaki.

Korban dilarikan ke RSUD Ulin untuk mendapatkan perawatan intensif.

Nahasnya, tak lama setelah mendapat perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Ulin.

Menurut penuturan ayah korban, Jaya Kito (42), dia tidak ada firasat apa-apa terkait kejadian tersebut.

Sebelum kejadian tersebut, dia bersama korban baru selesai berbuka puasa, kemudian korban meminta uang membeli nasi padang.

"Karena sudah biasakan, jadi sudah tahu harga nasinya, lalu saya kasihlah uang 20 ribu. Namun uang tersebut dilemparkan ke atas meja dan ditolak oleh korban dengan alasan kurang dan ingin minta tambah," tutur Kito kepada awak media, saat dijumpai di Ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin, Minggu (10/4/2022) dini hari.

"Saya juga kaget, kok tidak biasanya dia sampai seperti itu, namun karena saya tahu berapa harga nasi padangnya, jadi tidak saya tambahkan. Lantas kemudian dia pun meminta kepada ibunya, dan dikasihlah oleh ibunya, setelah itu ia pun berangkat dari rumah, dengan maksud ingin membeli nasi padang untuk buka puasa," lanjutnya.

Selanjutnya, keluarga korban pun sempat bingung, karena korban yang sudah cukup lama tak kunjung kembali.