Maskapai penerbangan asal Finlandia, Finnair Oyj mengatakan aksi saling balas tersebut akan berdampak pada penghentian sementara penerbangan Finnair menuju Asia karena akan menimbulkan biaya yang mahal.
“Untuk sebagian besar penerbangan menuju area timur laut ke Asia, mengubah rute penerbangan artinya waktu penerbangan yang lebih lama dan operasional akan menjadi tidak ekonomis,” tulis Finnar dalam keterangan resmi, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (27/2/2022).
Adapun, aksi saling balas menutup akses udara ini mengingatkan pada Perang Dingin ketika maskapai barat tidak bisa melewati Siberia di Rusia untuk mencapai Jepang, Hong Kong, dan China selama puluhan tahun.
Sebelumnya, maskapai asal Jerman yaitu Deutsche Lufthansa AG dan maskapai asal Belanda KLM mengatakan tidak akan ada penerbangan yang melewati udara Rusia selama tujuh hari. Sementara itu, Wixx Air Holdings Plc. dari Hungaria akan menutup sementara penerbangan rute dari dan ke Rusia.
Sejauh ini, maskapai Rusia dilarang masuk ke Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Moldova, Polandia, Romanoa, Slovenia, dan Inggris.
Sementara itu, langit Ukraina saat ini menjadi langin yang tak boleh dilewati (no-fly zone).
Sebagai balasan, Rusia menutup akses penerbangan dari Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Romania, Slovenia, dan Inggris.
Keterbatasan akses di udara ini akan menyebabkan tekanan terhadap kinerja maskapai penerbangan Eropa untuk rute menuju Asia.
Keadaan ini juga akan memperburuk kondisi yang sudah sulit akibat Covid-19 karena banyak negara-negara Asia yang melakukan pembatasan akses masuk. (*)
Editor: Erna Djedi







