Tadinya sempat saya kira ini hanya "clickbait" media (utk mendapat perhatian saja).
— KRMT Roy Suryo (@KRMTRoySuryo2) February 23, 2022
Namun ketika media sekelas Detik, Tribun, Liputan 6-pun menuliskan hal yg sama,
Apakah layak suara Muadzin -yg mengumandangkan Adzan, panggilan Sholat- dibandingkan dgn Gonggongan Anjing ?
AMBYAR pic.twitter.com/bpnxrGCGZs
Hal serupa dituliskan Waketum Gerindra dan anggota DPR RI, Fadli Zon. Menurutnya komentar Menag Yaqut membuat gaduh.
“Pejabat ini cari2 masalah yg menimbulkan kegaduhan. Sementara urus yg besar spt haji n umrah tak becus. Diksi n metafornya tak terkontrol, apalagi seolah membandingkan adzan atau pengajian dg suara gonggongan anjing. Astagfirullah.”
Pejabat ini cari2 masalah yg menimbulkan kegaduhan. Sementara urus yg besar spt haji n umrah tak becus. Diksi n metafornya tak terkontrol, apalagi seolah membandingkan adzan atau pengajian dg suara gonggongan anjing. Astagfirullah. https://t.co/45UUS57ufW
— FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official) (@fadlizon) February 23, 2022
Nama Yaqut trending di Twitter usai komentar kontroversinya. Banyak pula akun yang membagikan video viral komentarnya.
“Gus Menteri, semoga ini salah komunikasi/salah memberi contoh saja. Pejabat pastinya tahu mengkomunikasikan masalah scr benar & proporsional. Apalagi kaitannya agama, tahu sendiri bisa sensitif. Suara azan & sholawat itu indah & penuh makna. Tdk pantas dicontohkan suara anjing,” cuit akun ShamsiAli2.(aqu)
Editor Restu







