“Tapi masih kita tidak tahu apakah di daerah lain ada yang lolos dari sini. Sebab kemarin ternyata ada satu orang yang lolos dari situ karena pergi dengan keluarganya dan ini kita harapkan tidak terjadi lagi,” ungkap Luhut dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (27/12).
Luhut mengatakan bahwa strategi pemerintah dalam melakukan micro lockdown di Wisma Atlet Kemayoran sudah berjalan dengan baik ketika varian Omicron pertama kali terdeteksi di sana.
Ia juga tidak menjelaskan secara gamblang siapa pasien Omicron yang lolos karantina tersebut, dan alasan pemberian dispensasi bagi sang pasien sehingga ia tidak menjalani karantina di wisma atlet.
Pemerintah akan memperketat karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) untuk menaati aturan karantina guna mencegah perebakan Omicron pada level komunitas masyarakat.
“Jadi tidak ada permintaan-permintaan dispensasi (jika) tidak betul-betul ada alasan kuat. Dispensasi itu saya ulangi tetap dapat diberikan dengan alasan kuat misalnya dokter, (tenaga) kesehatan, atau ada hal urgent lain. Tapi itu ada prosedur yang harus diikuti juga,” terangnya.(aqu)
Editor Restu







