Namun, PDAM Bandarmasih tentu sudah memprogramkan untuk jangka menengah dan jangka panjang.
“Tinggal menunggu tindak lanjut realisasinya,” ujarnya.
Salah satunya berupa pendampingan pipa yang ada, memparalel pipa dari km 6 Pramuka sampai Booster Benua Anyar, dan dari Booster Benua Anyar diteruskan ke wilayah Sungai Andai.
Menurutnya, untuk yang lebih dan paling ideal, berdasarkan proyeksi pertumbuhan kepadatan pemukiman di wilayah tersebut ialah pembangunan booster.
Kajian telah dilakukan, yang berarti sudah dikonsultasikan untuk membangun booster, diharapkan bisa direalisasikan membangun reservoir dan perpompaannya.
“Yang mana sumber airnya tentu harus ditingkatkan lagi, mungkin yang langsung dari pramuka tanpa melalui booster atau melalui booster benua anyar dan ditampung di wilayah sungai andai baru dipompakan melayani seluruh jaringan yang berada di kawasan sungai andai,” terangnya.
Tindakan memeratakan air ini tentu bukan langkah akhir atau upaya terakhir yang dilakukan PDAM Bandarmasih, karena setelah juga ada regulasi bagian-bagian depan jaringan. Dilakukan regulasi valve, untuk penyesuaian.
“Katakanlah di bagian depan sudah memenuhi kebutuhan airnya, mereka tidak memakai lagi, air yang ada tidak balik tetapi bisa terakumulasi di wilayah setempat yang terisolasi,” ujar Syaiful.
Dia melanjutkan, “Supaya yang sebelumnya tidak dapat air pada saat yang di depan sudah terpenuhi kebutuhannya, yang di belakang bisa mendapatkan haknya juga. Yang seperti itu yang dimaksud dengan kita melakukan koneksi dari jaringan pipa enam inci jeruk purut dengan keruing.”
Saat ini proses pengerjaan koneksi jaringan masih on-progress, dimulai sejak dua hari yang lalu atau pada hari Selasa (16/11/2021).
Terdapat beberapa titik di jaringan paling ujung yang belum ada pipa dinasnya. Syaufil menjelaskan ahwa sebelumnya perumahan bukanlah sebuahn perumahan. Ketika baru dibangun dibuatlah jalan sementara yang belum tentu ada rumahnya.
Ketika ada rumahnya pun belum tentu uada penghuninya. Sehingga pada saat itu perhitungan tercukupi dengan mengambilkan sambungan rumahnya ke pipa dinas tiga inci yang relatif dekat.
“Disambungkanlah dengan pipa cacing atau pipa yang relatif diameternya kecil,” ujarnya.
Syaufil juga menuturkan permohonan maaf atas ketidak nyamanan yang dialami pelanggan, ia berharap dengan pengerjaan koneksi pipa ini maka air yang diterima di wilayah-wilayah kritis akan membaik. (edj)
Editor: Erna Djedi







