Lahan Menyusut, Pemko Banjarmasin Mulai Tanam Padi di Sungai Andai
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN β Pemerintah Kota Banjarmasin mulai serius menahan laju penyusutan lahan pertanian. Wali Kota, Muhammad Yamin HR bersama Dandim 1007/Banjarmasin turun langsung ke sawah di Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk menanam padi bersama petani, Rabu (8/4).
Hal ini jadi penanda, bahwa kondisi lahan pertanian di kawasan tersebut tidak baik-baik saja. Dari sekitar 260 hektare yang tersisa, hanya 200 hektare yang masih bisa digarap. Bahkan hingga awal April, luas tanam baru mencapai sekitar 1 hektare.
βIni sudah jadi alarm. Kalau tidak dijaga, lahan pertanian bisa habis,β kata Yamin.
Baca Juga Omzet Tembus Rp 10 Miliar, Bumdesa Berkah Mulia Tanah Laut Terbaik ke-3 Nasional
Dengan luas kota yang terbatas, sekitar 98 kilometer persegi, tekanan pembangunan terus meningkat, terutama untuk perumahan. Di sisi lain, kebutuhan pangan tetap harus dipenuhi.
Menurut Yamin, Sungai Andai masih punya potensi untuk menopang kebutuhan pangan lokal, apalagi musim tanam diperkirakan mencapai puncaknya pada Mei mendatang.
Namun, petani masih dihadapkan pada sejumlah kendala, mulai dari banjir, kekeringan saat kemarau, hingga serangan hama.
"Perbaikan infrastruktur jadi kunci, khususnya sistem irigasi. Saat banjir jangan sampai sawah terendam, saat kemarau harus ada pompa air. Ini yang perlu didorong,β ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pembangunan perumahan tetap menyesuaikan kondisi alam Banjarmasin yang didominasi rawa dan sungai. Salah satunya dengan tetap menerapkan konsep rumah panggung.
Pemko akan terus mendampingi petani sekaligus menyiapkan kebijakan yang mendukung agar lahan yang tersisa tidak terus berkurang.
Kegiatan ini juga dihadiri Dandim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Yuliansyah Effendi, serta kelompok tani setempat. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu