- DKI Jakarta menambahkan 71 kasus dan kumulatifnya 862.643 kasus
- Jawa Barat menambahkan 60 kasus dan kumulatifnya 706.800 kasus
- Jawa Tengah menambahkan 47 kasus dan kumulatifnya 485.757 kasus
- Jawa Timur menambahkan 33 kasus dan kumulatifnya 398.847 kasus
- DI Yogyakarta menambahkan 28 orang dan kumulatifnya 156.287 orang.
Untuk sebaran kasus aktif per provinsi, ada 5 provinsi dengan angka tertinggi yakni :
- Papua sebanyak 1.660 kasus,
- Jawa Tengah sebanyak 1.525 kasus,
- Jawa Barat sebanyak 1.488 kasus
- DKI Jakarta sebanyak 765 kasus
- Lampung sebanyak 669 kasus
Selain itu, per hari ini terdapat 9 provinsi yang menambahkan kasus kematian.
- Sulawesi Utara menambahkan 6 kasus dan kumulatifnya 1.050 kasus
- Jawa Timur 4 kasus dan kumulatifnya 29.667 kasus
- Jawa Tengah menambahkan 3 kasus dan kumulatifnya 30.173 kasus
- Lampung menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 3.831 kasus.
Sementara 5 provinsi lainnya menambahkan 1 kasus harian yaitu Jawa Barat dengan kumulatifnya 14.714 kasus, DI Yogyakarta dengan kumulatifnya 5.258 kasus, Bali dengan kumulatifnya 4.035 kasus, Kalimantan Selatan dengan kumulatifnya 2.390 kasus serta Bangka Belitung dengan kumulatifnya 1.450 kasus.
Di samping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 49.638.862 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.880.651 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 40.058.745 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,24% dan positivity rate spesimen mingguan (31 Oktober – 6 November 2021) di angka 0,36%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 27 spesimen.
Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 155.233 orang dan kumulatifnya 33.203.073 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 28.952.916 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 154.834 orang.
Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,26% dan positivity rate orang mingguan (31 Oktober – 6 November 2021) di angka 0,35%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (aqu)
Editor Restu






