Jalan Sunyi Sang Haji Isam

Terobosan yang jarang diungkap adalah kantor pusat Jhonlin Group tidaklah di Jakarta tapi di pesisir Kalimantan. Outlook plan bisnis ini, jauh sebelum ibukota Negara baru dipastikan di Kalimamtan Timur. Maka sesekali berkunjunglah kesana dan kalian akan menemukan jawabannya.

Selain itu, Jhonlin mampu menempatkan para profesional dalam elit manajemen perusahaan, murni kapabiltas, bukan subjektifitas owners semata. Ditopang oleh kinerja oleh beberapa anak perusahan disemua sektor yang saling terkoneksi.

Hilirisasi pembangunan pabrik biodiesel perhari ini adalah jawaban dari mulai langkanya BBM dinegara kita, bahkan beberapa Negara maju menyatakan  berada dalam badai krisis energi. Beruntunglah Presiden dan pengusaha sudah sigap, bekerja bersama membangun ekonomi.

Jika mantan wakil presiden Jusuf kalla (JK) menyebut dari sepuluh orang kaya di Indonesia hanya terdapat satu yang beragama Islam, mungkn yang satu itu diantaranya adalah Haji Isam, tentu harus didukung dengan komitmen yang kuat sebagai JK muda.

Beberapa skandal yang kemudian coba dihubungkan dengan Jhonlin tentu menjadi satu bagian dari bagian lain yang merupakan bagian kecil puzzle dari kapitalisasi modal yang sejatinya jauh lebih besar secara manfaat.

Dalam kaidah fiqih, orang baik dan berbuat baik terutama perkara wajib, harus berani muncul walau itu tidak mudah bagi mereka yang selalu tidak ingin pujian dan hanya ingin bekerja dalam sunyi, agar kita semua bisa menjadi saksi gugurnya kewajiban dan kebaikan.

Dengan kapabilitas diatas, bisa saja Sang Haji tidak lagi memilih jalan sunyi, kemudian bertarung mengisi ruang kosong publik yang selama ini dihindarinya, Mungkin di 2024? Tentu bukanlah anda, apalagi saya yang akan menjawabnya.

Biarlah Sang Haji dengan komitmennya yang sunyi akan menjawab ini.Carpe diem, quam minimum credula pastero. Petiklah hari dan percayalah akan hari esok. (*)

Editor : Hasby