Segmen nikel mencatatkan pencapaian kinerja yang positif pada 1H21. Volume produksi feronikel ANTAM pada 1H21 tercatat sebesar 12.679 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 12.068 TNi.
Sementara itu untuk komoditas bijih nikel, pada 1H21 volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 5,34 juta wet metric ton (wmt), meningkat signifikan 287% dibandingkan capaian produksi 1H20 sebesar 1,38 juta wmt wmt.
Sedangkan volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik pada 1H21 mencapai 3,66 juta wmt, tumbuh signifikan lebih dari 21 kali dibandingkan capaian penjualan pada 1H20 sebesar 168 ribu wmt.
Pada tahun 2021, ANTAM berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumberdaya bijih nikel ANTAM.
Pada 1H21, volume produksi komoditas bijih bauksit ANTAM yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta penjualan kepada pihak ketiga tercatat sebesar 1,09 juta wmt, meningkat sebesar 36% jika dibandingkan produksi bauksit pada 1H20.
Sedangkan capaian total volume penjualan bauksit pada 1H21 mencapai 587 ribu wmt, tumbuh 4% dibandingkan penjualan 1H20.
Sementara itu volume produksi CGA ANTAM pada 1H21 mencapai 28.710 ton alumina dengan tingkat penjualan CGA mencapai 65.700 ton alumina atau tumbuh 69% dibandingkan capaian 1H20. (edj)












