Berikut Keterangan Polisi Atas Meninggalnya Kakek Jahra di Kompleks Griya Mahatama Golf Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Seorang pria berusia sekitar 60 tahun ditemukan meninggal dunia di pos jaga malam tempatnya bekerja di Jalan Sidoarjo Komplek Griya Mahatama Golf, Banjarbaru, Kamis (23/9/2021).
Pria itu bernama Asmuni atau dikenal Kakek Jahra, kelahiran Kandangan 10 Desember 1962. Sehari-harinya adalah penjaga malam Kompleks Griya Villa Mahatama Golf Banjarbaru.
Menerima informasi tersebut, Polsek Banjarbaru Barat di Pimpin Kapolsek Banjarbaru Barat Akp Yuda Kumoro Pardede didampingi Kanit Reskrim Akp Slamet Raharjo, Kanit Intelkam Iptu Hadi Mulyono, mendatangi lokasi kejadian, dan ternyata benar adanya orang yang meninggal dunia di sebuah gudang pemyimpanan materil Komplek Griya Villa Mahatama Golf Rt 30 Rw 06 Kelurahan Syamsudi Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru.
Kapolres Banjarbaru, AKPB Nur Khamid melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, Akp Tajudin Noor, berdasarkan keterangan saksi bermula kawan dari korban saksi lainnya yang disuruh istrinya mencari korban yang tidak datang ke rumah seperti biasanya, kemudian keluarga korban bertanya kepada saksi apakah ada korban, kemudian saksi satu memberitahu akan mengecek korban didalam gudang penyimpanan material perumahan yang ada tempat tidurnya.
Ternyata saksi menemui korban dalam posisi tiduran terlentang dan memanggil nama beliau tidak menyahut serta respon, dan kemudian berusaha membangunkan korban ternyata tidak bergerak, dan mengecek korban dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kemudian memberitahukan istri korban dan memberitahukan kejadian tersebut. Istri korban mendatangi korban dan memberitahukan ke masyarakat sekitar.
Menurut keterangan saksi, korban meninggal karna sakit angin duduk, karna pada hari Rabu tanggal 22 September 2021 sekira jam 22.30 Wita, korban mengeluh sakit perut. Kemudian saksi menyuruh korban ke gudang penyimpanan material untuk istirahat.
“Selanjutnya korban di lakukan Identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Banjarbaru tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban,” jelas Akp Tajudin Noor.
Korban dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman di Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (ehn)
Editor : Hasby