Sementara itu, Kepala Cabang PNM Gunung Sugih Desi Vitha Bella menguraikan setelah adanya Co-Location Senyum ini para Account Officer (AO) PNM dapat menarik uang atau menyetorkan uang dari cicilan nasabah ke BRI lebih cepat, melalui layanan kas di Co-Location. Sebelum ada Holding Ultra Mikro, AO PNM mesti antre saat mengambil dan menyetor uang.
“Keuntungan lainnya bagi nasabah mereka bisa dibantu untuk membuka tabungan di BRI atau menabung dan gadai emas di Pegadaian. AO PNM memfasilitas mereka untuk membuka tabungan di BRI dan Pegadaian,” terang Desi.
Kepala Pegadaian Cabang Bandarjaya Firdaus Ardi menimpali co-location Senyum memungkinkan Pegadaian untuk menjangkau nasabah baru yang lokasinya jauh dari Unit Pegadaian eksisting.
“Dengan adanya co-location ini ada kemudahan yang didapatkan oleh masyarakat bahwa mereka tidak perlu lagi ke Lampung Tengah, Bandar Jaya tapi bisa langsung ke unit Co-Location untuk bertransaksi di sana. Secara umumnya, masyarakat akan terbiasa untuk berkomunikasi, bersosialisasi dengan BRI,” papar Firdaus.
Holding Ultra Mikro diharapkan dapat mengakselerasi literasi keuangan melalui layanan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di pedesaan.
“Harapan kami dengan adanya penggabungan tiga entitas yang kita sebut co-location dan adanya Sentra Ultra Mikro Senyum ini bisa mengembangkan potensi perekonomian yang ada di sekitar wilayah kabupaten lampung tengah, khususnya Kecamatan Gunung Sugih,” tuntas Redi.
detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk mengulas upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air.







