Terungkap, Alasan Fit Membuang Bayinya di Pondok Jalan Stagen Kotabaru

Penasaran, Jamal mendatangai aras suara tersebut yakni di sekitar pondok.

Jamalm terkejut ada seorang bayi laki-laki yang tidak memakai baju ataupun celana namun hanya memakai popok bayi jenis kain yang diikat dan diselimuti kain batik warna coklat dengan motir garis-garis hitam.

Dan kondisi bayi tersebut menangis, di sekitar badannnya banyak bintik-bintik merah karena dikerumuni banyak nyamuk dan popok kain nya itu Basah dan banyak kotoran bayi warna hitam yang sudah mengering.

Setelah Jamal pelapor mencoba ke pinggir jalan dengan tujuan untuk meminta bantuan dan memberhentikan orang-orang yang lewat namun beberapa orang yang lewat tidak ada yang berhenti, tidak lama kemudian ada seorang laki-laki yang tidak dikenalnya diberhentikan oleh pelapor dan mau berhenti dan membantu dengan bilang.

“PAK, PAK TOLONG SINGGAH DULU, ADA BAYI PAK AI DISINI”.

Lalu Syahruddin berhenti dan melihat keadaan yang berada dipondok tersebut.

Kemudian laki-laki tersebut mencoba menelpon anggota kepolisian yang berada di Polsek Stagen.

Pelapor mencoba menggendong bayi tersebut karena bayi tersebut menggigil dan pelapor mencoba menenangkan nya dengan mengatakan “JANGAN MENANGIS NAK LAH JANGAN MENANGIS”.

Tidak lama kemudian datang satu buah mobil polisi Polsek pulau laut utara. Dan didalam mobil itu ada dua orang anggota polisi berbaju dinas dan dua orang perempuan berbaju biasa.

Lalu bayi tersebut dibawa ke Polsek Pulau laut utara dan pelapor pun menyusul memakai kendaraan.

Sesampainya di Polsek Pulau laut utara tersebut pelapor ditanya-tanyai mengenai kejadian penemuan seorang bayi laki-laki tersebut. Lalu Biodata pribadi pelapor diminta oleh anggota Polsek Stagen dan setelah itu pelapor harus kembali menuju Tambak yang berada di jalan Pelindo III tersebut selanjutnya pelapor pada hari selasa tanggal 24 agustus 2021 melaporkan peristiwa penemuan bayi tersebut ke Polres Kotabaru. (edj)
Editor: Erna Djedi