Beberapa di antaranya melarikan diri atau diselamatkan, namun sekitar 113 anak lagi diyakini masih disandera oleh kelompok militan itu.
Zulum mengatakan pertemuan kembali sang anak dengan orang tuanya meningkatkan harapan bahwa anak-anak lain akan ditemukan.
Dia mengatakan anak tersebut akan mendapat perawatan psikologis dan medis dalam program rehabilitasi pemerintah.
Boko Haram adalah kelompok pertama yang melakukan penculikan massal anak sekolah di Nigeria, namun kini taktik mereka diikuti kelompok kejahatan lain untuk mendapatkan tebusan.
Dalam serangan terakhir bulan lalu, para penculik membawa paksa anak-anak dari sebuah sekolah asrama di negara bagian Kaduna.
Peristiwa itu menjadi aksi penculikan ke-10 di Nigeria bagian utara sejak Desember lalu dengan jumlah sandera mencapai lebih dari 1.000 siswa. (rtr/ant)
Editor: Erna Djedi







