Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni S.Pd I
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Silih berganti mendapatkan kabar atas wafatnya para ulama-ulama baik di luar negeri maupun di dalam negeri Indonesia tercinta ini.
Hati sangat sedih jika mendengar berita wafatnya ulama. Terlebih ulama tersebut adalah ulama ahlus sunnah wal jamaah yang sangat giat, belajar, berdakwah dan memberikan pencerahan dan manfaat yang banyak kepada manusia.
Dengan wafatnya ulama, berarti Allah telah mulai mengangkatnya ilmu dari manusia.
Dalam sebuah hadis Rasulullah menegaskan: “Barangsiapa yang tidak merasa sedih dengan wafatnya Ulama maka dia adalah munafik” (diriwayat oleh Suyuuthi).
Imam Al-Baihaqi menyebutkan:
“Kematian seorang ulama itu lebih disukai oleh iblis daripada kematian 70 ahli ibadah”.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan“.







