Bencana alam terjadi saat Sri Lanka berharap dapat melonggarkan pembatasan COVID-19.
Penguncian selama sebulan untuk mengekang gelombang ketiga infeksi yang akan berakhir pada 14 Juni.
Akibatnya, sektor pariwisata Sri Lanka juga babak belur akibat pandemi COVID-19. (ant)
Editor: Yayu Fathilal







