“Guru Zuhdi dianggap sebagai sosok yang bisa mengobati rindu pengikut Guru Sekumpul karena gaya bicara dan penjelasan keduanya kepada jemaah yang mirip. Sungguh kehilangan besar bagi umat muslim di Kalsel atas kepergian beliau tahun lalu,” tutur LaNyalla.
Senator asal Jawa Timur itu memang memiliki kebiasaan berziarah ke makam tokoh ulama dan tokoh besar daerah. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu perjalanan spiritualnya sejak masih muda.
“Saat muda dulu saya berziarah ke makam wali-wali dengan berjalan kaki. Dengan melakukan tapak tilas, saya ingin ikut merasakan perjalanan para tokoh yang memiliki jasa besar menyebarkan ajaran Islam di Indonesia,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja di Kalsel, LaNyalla didampingi oleh Ketua Komite I Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II Bustami Zainudin, Ketua Komite III Sylviana Murni, Jialyka Maharani (Sumatera Selatan), Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan), Habib Ali Alwi (Banten), serta Sekjen DPD RI Rahman Hadi.
Empat senator dapil Kalsel juga ikut menyambut Ketua DPD RI dan rombongan. Mereka adalah Habib Abdurrahman Bahasyim, Gusti Farid Hasan Aman, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamid Abdullah. Pj Gubernur Kalsel Safirizal juga ikut mendampingi.
Dalam kesempatan itu, rombongan DPD RI ikut meninjau tanah hibah dari Pemprov Kalsel untuk pembangunan kantor perwakilan DPD RI di Kalsel. Lahan tersebut berada di Kompleks Pemprov Kalsel, di Banjarbaru.
“Luas tanahnya sekitar 1/2 hektar. Kami berikan hibah tanah ini kepada DPD, untuk dibangun kantor perwakilan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Kalsel, Dicky Hermawan. (ant)
Editor: Erna Djedi







