Layar raksasa menampilkan beberapa artis perusahaan menari sehingga penonton hanya dapat fokus pada koreografi.
Ada juga rekaman di balik layar studio tari, menunjukkan para penyanyi menyempurnakan gerakan tarian mereka.
Di sana, dipajang headset dan mikrofon yang dikenakan oleh musisi Hybe seperti Jimin dari BTS dan Vernon SEVENTEEN selama pertunjukan.
Karya seni grafis yang terinspirasi oleh lirik lagu Hybe seperti “Dynamite” BTS, serta buku-buku seperti “Art of Loving” karya Erich Fromm, “Jung’s Map of the Soul” karya Murray Stein, dan novel coming-of-age Herman Hesse “Demian “juga dipajang.
Ketiga buku ini diketahui menginspirasi album BTS “Love Yourself,” “Map of the Soul: Persona” dan “Wings.”
Sebelum pengunjung menuju ke lantai atas, mereka memasuki ruangan yang dipenuhi dengan layar imersif dan dinding piala berukuran 8,5 meter.
Dinding ini menampilkan semua piala yang dimenangi oleh musisi Hybe.
Video berdurasi tujuh menit yang dinarasikan oleh penyanyi Lee Hyun membawa pengunjung pada sejarah perusahaan dan momen-momen penting.
Pada lantai atas, ada berbagai objek dan karya seni yang terinspirasi oleh musik Hybe.
Pihak Hybe mengatakan akan mengadakan pameran khusus dengan seniman visual dari sini dan luar negeri ke depannya.
Untuk pameran khusus pertamanya, Hybe berkolaborasi dengan seniman Taiwan-Amerika, James Jean yang terkenal dengan lukisan serta ilustrasi puitis dan mistis.







