Pria Muslim ini Kremasi Jenazah Perempuan Hindu Korban COVID-19 Setelah Sepekan Tak Terurus
WARTABANJAR.COM, UTTAR PRADESH-Seorang wanita Hindu berusia 70 tahun, Sunita Devi meninggal dunia pada 29 April 2021 lalu akibat terpapar virus Corona atau COVID-19.
Akibat lonjakan kasus infeksi COVID-19 di India sangat tajam, membuat tenaga medis kewalahan mengurusi para pasien yang meninggal akibat virus itu, termasuk di antaranya adalah Sunita Devi.
Jenazahnya tak kunjung dikremasi hingga lebih dari sepekan dan tak ada juga keluarganya yang menjemput atau mengklaim jenazahnya.
Hal ini membuat seorang pria muslim bernama Merajuddin Khan kemudian berinisiatif membantu dengan mengkremasikan jenazah Sunita Devi.
Melansir India Times, Rabu (5/5/2021) dikutip Kamis (6/5/2021), sesuai laporan PTI , wanita itu tinggal di rumah penampungan dan telah dimasukkan ke bangsal gawat darurat di sebuah perguruan tinggi kedokteran di Shahjahapur, Uttar Pradesh.
"Sunita Devi, tinggal di rumah penampungan, dibawa ke ruang gawat darurat (bangsal) kedokteran pada tanggal 5 April karena demam dan gangguan pernapasan. Dia dinyatakan positif COVID-19 dan meninggal selama perawatan pada tanggal 29 April," Humas perguruan tinggi itu, Pooja Tripathi mengatakan kepada kantor berita tersebut.
Ketika tidak ada yang datang untuk mengambil jenazahnya, polisi diberi tahu dan tubuhnya disimpan di kamar mayat selama enam hari, katanya.
Pada hari Selasa lalu, Merajuddin Khan memutuskan untuk mengkremasi jenazahnya atas dasar kemanusiaan.
Dia mengambil bantuan sopir ambulans Beeru dan melakukan ritual terakhir untuk Devi, kata petugas itu.
Khan yang merupakan jurnalis lokal, juga membantu putri almarhum lainnya, Sudama Devi untuk melakukan upacara terakhir ibunya dengan menggalang dana untuk itu.
Sementara itu, pemerintah Uttar Pradesh melaporkan 25.858 kasus baru dan 352 kematian dalam 24 jam terakhir.
Walau begitu, jumlah yang pulih dalam satu hari melampaui kasus baru lebih dari 12.500, menurut angka resmi.
Penambahan terbaru membuat jumlah keseluruhan virus korona di negara bagian itu menjadi 13.798 kematian, 13.68.183 infeksi dan 2.72.568 kasus aktif.
Di tengah lonjakan kasus ini, pemerintah setempat pada Selasa lalu memutuskan untuk memperpanjang jam malam parsial yang diberlakukan di negara bagian itu hingga 10 Mei 2021.