“Kemarin ssaya sudah ingatkan di akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, kota Rp 182 triliun, yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan, sisi konsumsi,” tuturnya.
Jokowi juga mendorong industri segera bangkit dan pekerjaannya mulai bekerja agar pertumbuhan ekonomi bisa terkerek naik. Namun demikian, Kepala Negara juga mengingatkan agar sektor industri menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Jangan ditawar-tawar mengenai ini,” tegasnya.
Dia juga mengatakan, reformasi struktural secara besar-besaran harus dilakukan, apalagi saat ini Undang-undang Cipta Kerja sudah disahkan. Dirinya menginginkan kementerian atau lembaga dan Pemda bersinergi dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural ini.
“Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik. Kita juga harus memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah pada green economy, ini hati-hati, ini ke depan mengenai green economy, kita juga harus menyadari bahwa kita adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, dan kita bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis, hutan mangrove yang kita miliki,” tutup Jokowi. (has/mckominfotanbu)
Editor : Hasby







