Forum Pemuda Banua Bersatu Keluarkan Pernyataan Sikap Jelang PSU 9 Juni 2021
Ukuran Huruf:
- Menghimbau masyarakat Banua agar tetap menjaga kondusifitas Kalsel menjelang PSU 9 Juni 2021
- Menghimbau masyarakat agar tak terprovokasi dan mengabaikan berbagai pernyataan yang berisi tudingan atau fitnah yang membingungkan dan berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik terkait pelaksanaan PSU 9 Juni.
- Menghimbau masyarakat merapatkan barisan dan menjaga banua tercinta dari intervensi elite-elite Jakarta atau luar Kalsel yang memiliki kepentingan tersembunyi.
- Menghimbau Denny Indrayana agar tak terus menebar berbagai pernyataan yang membingungkan dan berpotensi memunculkan keresahan masyarakat. Sebagai mantan pejabat elite Jakarta yang kini mencalonkan Gubernur Kalsel, sudah seharusnya Prof Denny memahami adat, akhlak dan tatanan masyarakat Banua.
- Menghimbau Denny Indrayana yang bergelar Profesor Hukum Tata Negara, agar melapor secara resmi ke Bawaslu Kalsel jika memang telah dicurangi atau mengetahui adanya kecurangan sehingga tak perlu terus berkoar-koar melalui media sosial yang justru meresahkan masyarakat.
- Meminta Prof Denny Indrayana menarik pernyataannya bahwa Bawaslu Kalsel tak profesional karena Profesor Denny telah mendegradasi Bawaslu Kalsel sebagai lembaga resmi negara. Sebagai elite pusat yang pernah menjabat Wakil Menteri Hukum dan HAM, tak etis dan tak elok Denny memberi contoh masyarakat mempermalukan Bawaslu Kalsel secara terbuka.
- Kami mendukung KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel dan Sentra Gakkumdu Kalsel dalam menyelenggarakan PSU yang jujur, adil dan bermartabat.
Sebagai elite pusat yang pernah menjabat Wakil Menteri Hukum dan HAM, tak etis dan tak elok Denny memberi contoh masyarakat mempermalukan Bawaslu Kalsel secara terbuka. Kami mendukung KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel dan Sentra Gakkumdu Kalsel dalam menyelenggarakan PSU yang jujur, adil dan bermartabat.
Mengakhiri pernyataan sikap Forum Pemuda Banua Bersatu. “Tolong hargai kami warga Kalimantan Selatan yang selama ini rukun tentram dan damai. Jangan nodai tanah Banua kami tercinta dengan propaganda liar, apalagi terus terjadi maka kami akan lawan”.
Prof Denny Indrayana ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon mengatakan, dirinya tidak perlu menanggapi pernyataan sikap tersebut. Dirinya fokus menjalankan ibadah Ramadhan.