“Penanganan covid dulu, karena pandemi ini berdampak pada seluruh sektor. Tanah Bumbu sudah ada program Desa Tangguh dan tinggal melanjutkan dan meningkatkannya untuk semua bersama-sama bergerak, dan tentu menjadi harapan ini bisa mengubah status suatu wilayah,” jelasnya.
Suami dari Hj Wahyu Windarti ini memastikan, usai dilantik dirinya langsung bekerja, berkeliling desa memastikan kondisi riil dilapangan. Setiap kepala desa akan dituntut harus mengetahui kondisi di desanya.
Mulai dari kondisi geografis desa, potensi desa, jumlah penduduk, berapa yang bekerja dan tidak bekerja, serta harus mengetahui berapa jumlah penduduk di desanya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Disamping itu, tetap menjalankan program satu desa satu rumah tahfidz quran. Dirinya meyakini setiap orang yang hafal Alquran maka pasti cerdas dan keberadaan rumah tahfidz ini memberikan aura tersendiri bagi desa.
“Seorang pemimpin itu harus selalu membutuhkan pengetahuan dan pengalaman,” imbuhnya. Pengalaman saya pernah menjadi Bupati, DPR RI dan Kepala Dinas Kesehatan, mudah-mudahan bisa mentranferkan semua ilmu kepada kepala desa dan pejabat di Pemkab Tanbu,” bebernya.
Menjadi program kerjanya, setiap desa memiliki keunggulan masing-masing. Anggaran desa akan disisihkan untuk membeli bibit dan pupuk yang nantinya dibagikan kepada masyarakat agar mempunyai penghasilan. Bagian dari visi misi adalah membangun BLK di desa dan kecamatan untuk mengatasi pengangguran.







