Angkat Isu Kontroversial Euthanasia, Serial TV Kanada “Mary Kills People” Digemari Tenaga Medis Indonesia

Di satu sisi, ia memiliki profesi sebagai dokter UGD penyelamat nyawa, di sisi lain ia menjadi malaikat maut pencabut nyawa.

Dalam melakukan aksinya, Mary tidak sendirian.

Ia dibantu Des (Richard Short), mantan dokter bedah plastik yang kehilangan ijin praktik akibat kecanduannya pada obat terlarang.

Meski aksi Mary memiliki niat baik membantu orang-orang mengakhiri hidup dengan cara paling manusiawi, namun di mata hukum tentu saja hal itu dianggap kejahatan.

Mary semakin terjerumus dalam berbagai intrik dan pertentangan yang tak hanya dari pandangan orang lain yang menilai hal yang dilakukan Mary tak bermoral, tapi juga pertentangan dari dalam dirinya sendiri yang juga memiliki penilaian moral atas hak-hak pasiennya dalam mengakhiri hidup.

Isu euthanasia hingga saat ini tetap menjadi kontroversi di seluruh dunia.

Inilah yang menjadikan serial “Mary Kills People” menarik untuk diikuti oleh penonton yang berprofesi di bidang kedokteran dan kesehatan.

Penonton akan “dipaksa” untuk melihat sebuah hal dari berbagai sisi sehingga pikiran menjadi lebih terbuka dalam menerima sebuah perbedaan.

Serial ini merupakan drama televisi dari Kanada.

Pertama ditayangkan pada 25 Januari 2017 dan setahun kemudian pada 3 Januari 2018 musim keduanya ditayangkan di Kanada. (ant)

Editor: Yayu Fathilal