Sebelumnya, kata dia, kondisi di daerah-daerah yang lambat turunnya air genangan ini sangat parah, hingga banyak yang mengungsi ke tempat aman, di mana pemerintah kota juga mendirikan posko dapur umum dan tempat pengungsian.
“Dapur umum juga sudah tidak ada lagi, bantuan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga yang masih terdampak,” tuturnya.
Menurut Rudian Noor, bantuan sembako maupun lainnya, karena status tanggap darurat banjir dan air pasang masih belum dicabut hingga 11 Februari 2021, maka dipusatkan ke kecamatan.
“Jadi bantuan kami antar ke pihak kecamatan, mereka yang membagikannya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, banjir besar melanda Provinsi Kalimantan Selatan pada pertengahan tahun ini, termasuk ibu kota provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin yang cukup parah hingga 100 ribu lebih warga terdampak, puluhan ribu lainnya harus mengungsi. (ant)
Editor: Erna Wati







