Dolar AS Menguat Tekan Harga Emas Tiga Hari Berturut-turut

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden membantah kekhawatiran tentang proposal bantuan pandemi senilai 1,9 triliun dolar AS yang terlalu mahal dan menekankan perlunya bertindak cepat.

“Kami akan melihat dasar-dasar dukungan di pasar ini, apakah dukungan itu berasal dari Fed yang dovish atau langkah-langkah stimulus yang sedang berlangsung adalah titik fokus utama untuk pasar ini selama beberapa bulan ke depan,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve dimulai pada Selasa waktu setempat. Kebijakan bank sentral AS diperkirakan akan tetap kuat dalam mode penyelamatan, dengan suku bunga mendekati nol.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasi dan membebani dolar.

Permintaan emas dapat tetap kuat dalam jangka pendek dan menengah seiring dengan potensi stimulus ekonomi tambahan sehingga potensi inflasi tetap tinggi.

Emas juga dicegah dari penurunan lebih jauh karena permintaan untuk obligasi pemerintah AS 10-tahun berkurang saat imbal hasilnya mulai melemah.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 7,2 sen atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 25,484 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman April turun 6,9 dolar AS atau 0,62 persen menjadi menetap di 1.104,70 dolar AS per ounce. (ant)

Editor: Erna Wati

Baca Juga :   Bank Kalsel Umumkan Tarif Terbaru Aksel Card untuk Nasabah

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca