WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Tabalong pada Kamis (15/1/2026) resmi mengukuhkan H. Muhammad Fahmi Ansyari sebagai Ketua Umum DPD II Partai Golkar Tabalong periode 2025–2030.

Fahmi terpilih secara aklamasi setelah mengantongi 9 suara dukungan sah.

Sementara itu, bakal calon lainnya, Muhammad Risky Maulana, dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh tim verifikasi.

Risky hanya memperoleh 2 suara, jauh dari ketentuan minimal 30 persen dukungan atau setidaknya 5 suara untuk bisa ditetapkan sebagai calon.

Proses verifikasi juga mengungkap adanya empat dukungan ganda yang terbukti mendukung dua calon sekaligus.

Akibatnya, empat suara tersebut dibatalkan dan tidak dihitung sebagai dukungan sah.

Dengan hasil tersebut, forum Musda XI secara bulat menetapkan Fahmi Ansyari sebagai ketua terpilih tanpa melalui pemungutan suara lanjutan.

Usai dikukuhkan, Fahmi menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh kader dan melakukan konsolidasi menyeluruh demi menjaga soliditas Partai Golkar di Kabupaten Tabalong.

“Tidak ada lagi kubu-kubuan. Kita harus solid dan bersatu untuk membesarkan Golkar,” tegas Fahmi.

Menghadapi Pemilu mendatang, Fahmi memasang target ambisius dengan membidik 8 kursi DPRD Tabalong.

Bahkan, wilayah Tabalong bagian selatan yang selama ini dinilai sebagai basis lemah Golkar, ditargetkan mampu menyumbang dua kursi legislatif.

BACA JUGA: "Kami Ingin Agar Pak Supian Keluar!" Mahasiswa Desak Ketua DPRD Kalsel Temui Massa Tolak Pilkada Lewat DPRD

Fahmi mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat mesin partai di wilayah selatan, termasuk penguatan struktur, kaderisasi, serta pendekatan langsung ke masyarakat.

“Wilayah selatan menjadi perhatian serius kami. Ada langkah-langkah strategis yang akan dijalankan agar suara Golkar meningkat signifikan,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Golkar Tabalong optimistis mampu tampil lebih solid dan kompetitif pada kontestasi politik mendatang. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu