Murjani Minta Kenaikan BPJS Perhatikan Kemampuan Masyarakat di Tengah Pandemi

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Per 1 Januari 2021 iuran kepesertaan BPJS Kesehatan kelas III naik, dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000.

Ada kenaikan tambahan 9.500 setiap bulannya bagi peserta BPJS Kesehatan kelas III.
Rincian iuran sudah diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020.

Namun, sebenarnya tidak ada kenaikan dalam iuran BPJS Kesehatan kelas III, yakni sebesar 42.000. Yang membedakan adalah besaran subsidi dari pemerintah.

Awalnya pada 2020, peserta hanya membayar 25.500, sisanya sebesar 16.500 dibayarkan oleh pemerintah.

Namun pada 2021 sekarang peserta harus membayar 35.000, sedangkan 7.000 dibayar oleh pemerintah.

Sebagian besar harapan warga, untuk BPJS kesehatan seringan-ringannya, karena sulitnya perekonomian apalagi masih tengah pandemi covid 19.

Pemerhati kebijakan publik di Banjarmasin, Dr Ahmad Murjani MKes, mengatakan saat ini kondisi masih pandemi, selain ekonomi nasional yang menurun, banyak warga kena PHK dan tak punya pekerjaan.

“Harus bagaimana lagi kita dihadapkan pada kondisi yang sulit, karena masih pandemi Covid-19, di tahun 2021 pemerintah selain fokus di ektor kesehatan pemulihan warganya, juga harus bisa meningkatkan di sektor perekonomian yang saat ini masih tidak stabil,” katanya.

Apabila sektor ekonomi melambat, lanjut dia, maka akan berpengaruh pada keberlangsungan pembayar iuran BPJS kesehatan kelas 3, bisa terhambat bahkan sampai terputus.

Dalam situasi seperti ini, kata dia, perlu ada pemikiran yang bijaksana agar masyarakat bawah tidak kembali terhimpit.

“Misalnya, sebagai akibat sulitnya ekonomi, sulitnya berusaha, tidak punya pekerjaan, membuat masyarakat bawah tidak bisa melanjutkan bayar iuran” ujarnya.

Orang-orang seperti ini, lanjut Murjani, apakah mendapat kelonggaran atau dispensasi ketika memerlukan pelayanan kesehatan.

“Adakah kebijakannya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan ketika sakit, hal ini tentu saja harus dipikirkan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :   Senin Buruh dan Sopir Kalsel Mogok Kerja, Protes Atas Sulitnya Dapatkan Solar dan Biosolar

Ketua Yayasan Unibersitas Cahaya Bangsa (UCB) ini mengimbau, manajemen BPJS agar terus menerus menyosialisasikan hal ini kemasyarakat.

Selain agar diketahui masyarakat, juga untuk menyamakan persepsi sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai program jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah.

Menurut dia, ini penting untuk diketahui masyarakat sehingga tidak timbul masalah baru.

Misalkan, kata dia, ditemui peserta sama sekali tidak bisa bayar iuran, jatuh miskin atau ada tunggakan sampai tidak punya kartu BPJS, ini harus disampaikan apa konsekuensi ataukah mendapat keringanan.

“Kriterianya harus jelas, syaratnya, apa saja dan siapa yang berhak gratis atau mendapat keringanan dalam pelayanan BPJS,” katanya. (why)

Editor: Erna Wati

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI